Semalem, gue pamit ama temen-temen di MIRC, lewat suatu tulisan di satu web. Salah seorang teman mengomentari begini ... orang seperti kamu akan selalu ada tempat di sini, paling nggak buat tempat diomelin (lebih kurangnya kek gitu deh)...
Komentar itu biasa, dari seorang yang relatif dekat, yang kedekatannya sering membuat gue harus tahan sabar :) Tapi, semaleman, komentar itu justru membuat gue terlempar ke masa lalu...
"Tempat diomelin.. " hmmm... penggalan kalimat itu membuat gue berpikir bahwa keberadaan gue di semua tempat yang gue datengin tidak pernah berarti sebagai suatu subjek. Jika ada tegur sapa, jika ada persahabatan, itu lebih karena mereka memerlukan suatu objek penderita. Dan disitulah gue berfungsi...
Gue nggak akan pernah mau menyebutkan nama, tapi perjalanan hidup sudah membuktikan itu, dan penggalan kalimat itu sudah membuka mata gue. Duh.. dimana kesadaran gue akan fungsi gue sebenarnya??
Hm... gue sering mendokrin otak kecil gue untuk tidak tenggelam di masa lalu.. tapi, jika luka lama itu tak juga pernah hilang, apakah gue salah??? Hidup, kenapa begitu tidak bersahabat ama gue?? Bahkan dalam posisi kerja yang dipandang temen-temen sebagai posisi yang enak, hidup masih juga tidak bersahabat!
Hiks...