Monday, September 29, 2003

"Eraf ... " begitu sms yang gue terima tadi malem. Cuma segitu dan cukup bikin gue bingung. Iya, bingung karena panggilan itu bukan cuma digunakan oleh 1 orang aja, tapi dah jadi panggilan dari hampir semua anggota forum. Karena itu, gue cuma bisa jawab :"Sapa nih? "

" Ferdo... " Goodnesss! cuma 1 orang yang selalu manggil gue kek gitu. Jujur, gue deg deg kan! Tadinya nggak pengen bales, tapi... rentang waktu yang kami miliki, membuat gue harus mengetik .. "Oh.. ada apa ? Lagi latihan yah? Semoga sukses yang acaranya Oktober nanti!" Cuma begitu! Tapi tahu nggak balesan yang gue terima, cuma 1 kata aja... "Kejam... "
Hm... gue kejam? Pernyataan itu hampir bikin gue meledak! Tapi.. kalo itu gue lakuin, hanya akan bikin org rumah tahu masalah gue yang sebenarnya. Yang mampu gue lakuin cuma menuliskan ini di hp gue :" Kejam? Nggak salah? Seingat gue, gue orang paling sabar menghadapi orang, apapun perlakuan mereka terhadap gue!" dan klik! Sent!
Sms itu terputus sampai di situ, tak terjawab!

Semaleman gue berpikir ttg sms kami. Barangkali Is benar, gue ini kejam, tapi dalam bentuknya yang paling halus ! Memang gue nggak pernah (baca jarang!) marah, gue jarang mengumpat, tapi.. gue harus jujur mengakui bahwa gue emang kejam! Kejam dalam penggunaan kata yang -mungkin- nggak enak diterima orang lain. Kejam dalam bersikap cuek, dan seolah-olah tidak membutuhkan kehadiran orang lain. Tapi, apa sih "kejam" itu? Bagaimana sih orang bisa disebut "kejam" ? Jika seseorang mencoba berkata sesuai kata hatinya sendiri, setelah sekian lama mengikuti kemauan orang lain, apakah itu "kejam" ? Jika seseorang bersikap defensif, apakah ia layak disebut "kejam" ? Bagaimana dengan orang lain yang selalu memaksakan kehendak, selalu memanfaatkan orang? Apakah mereka disebut "si baik hati"? "Si Penuh perhatian" ? Padahal mereka cuma berlindung di balik kata-kata :" Itu karena kami sayang kamu, Ver!" Puff!! Betapa berbedanya!

"Raf, kamu orang baik.. " begitu sms pertama yang gue terima pagi ini. Hm... acara ber sms ini akan berlanjut kayaknya.
" Gue tahu, tapi tidak cukup baik untuk bisa melepaskan diri dari posisi sebagai objek penderita. Sudahlah, dari semalem kita sibuk ber sms untuk hal yang nggak jelas!" Getas! Pahit pasti! Tapi, gue harus 'ngelindungin diri gue. Karena gue tahu, nggak akan ada yang mau melakukannya untuk gue!
"Oh yah? Semoga Eraf sehat-sehat yah.."
"Kamu juga, semoga pementasannya sukses! Good Luck!"
Sudah! Sampai di situ! Tak ada jawaban lagi! Satu hal yang pasti... satu lagi orang telah pergi.... Seperti yang lain... tak ada bedanya...