Setiap pergi ke kantor.. geu pasti lewat Pasar Palmerah. Dan di situ selalu kena macet :(
Tapi... gue seneng juga.. karena bisa merhatiin tingkah laku orang di pasar.. Karena perhatiannya, gue sampai hapal, bahwa di sini ada yang jualan ini, abang ini tempatnya di sebelah sini, warung nasi ini dijaga oleh ibu-ibu berkaca mata, dan sebagainya.
Karena perhatian juga, makanya gue sadar.. bahwa gerobak serabi itu, tidak lagi ditunggui oleh ibu-ibu berbadan subur. Sudah lebih dari 2 minggu ini, hanya seoarng anak perempuan yang melayani setiap permintaan. Di tengah kemacetan, gue masih sempat 'ngeliat tangan sigapnya menakar, membakar, dan membungkus serabi-serabi itu.
Yang jadi mengganggu pikiran gue adalah,kemana ibu itu? Sakit atau... Hm.. jadi 'ngebayangin yang nggak-nggak... Gimana yah.. kalo Ibu gue nanti nggak ada...