Thursday, December 01, 2005

tidak seperti hari-hari yang lalu
hari ini cukup cerah
dengan secercah mentari
yang malu-malu mengintip di balik awan
mencoba mengusir genangan-genangan air
sisa-sisa air hujan
yang kerap luruh dari langit
membasahi permukaan bumi
dan meresap dalam-dalam
namun sinar mentari yang mencoba merayu
hanyalah sekelebat cahaya bagi diriku,
hatiku yang senantiasa berkabut kelabu
dinaungi awan-awan biru
yang senantiasa mencurahkan air hujan
yang terasa hangat namun menggigilkan jiwa
dari hari-hari yang lalu
hari ini dan esok, lusa,entah sampai kapan
mungkin hingga akhir masa
membuat hatiku penuh dengan genangan,

ah..banjir melanda hatiku jiwaku!
biarpun telah meresap dalam-dalam
tiada juga surut
biarpun mentari coba mengeringkannya
tiada juga susut
terus bertambah bagai air bah
curahan hujan rindu
dari awan-awan biru
membanjiri hatiku
menggenangi jiwaku
tak pernah surut
tiada susut
genangan telah menjadi danau
sebentar lagi menjadi lautan
sinar mentari hanyalah penerang
memperjelas bias warna warni
raut sosok dirimu di dalam hatiku
dan akupun hanyut tenggelam
dalam-dalam genangan kerinduanku padamu