Jakarta, 24 September 2000
Hai sayang...
tahu nggak kenapa aku tuliskan surat ini pada tanggal tersebut? Padahal.. aku nggak tahu kapan kamu akan terima suratnya :) Itu karena malam ini aku ingin kita berdua mau mengingat - ingat apa yang kita lakukan pada tanggal tersebut, 4 tahun silam.....
Malam itu, di antara kantuk yang menggayuti matamu, ku paksa kamu untuk duduk, dan bicara ....
" Aku sayang kamu..."
" Iya, aku tahu " senyummu menggoda... " Aku selalu tahu perasaanmu " kemudian kamu tertawa... renyah... meskipun tetap tidak bisa menyembunyikan matamu yang mengantuk.
" Aku selalu sayang kamu, tapi kamu nya suka bandel " aku tertawa... sementara kamu mulai cemberut.. hening...
" Kamu sadar nggak, kalo di antara kita banyak perbedaan? " Kamu terdiam...
" Aku tahu, tapi.. bisa kan kita bicarakan itu besok saja? Aku mengantuk sekali " dan kamu mulai merebahkan diri di sandaran kursi. Malam memang semakin larut, tapi aku tetap memaksamu untuk bicara...
" Kamu selalu menghindar untuk membicarakan ini. Bangun dulu dong sayang... semuanya harus selesai malam ini "
Dengan malas, kamu mulai memposisikan gaya dudukmu, sambil terus memeluk bantal...
" De, dengar yah... aku tahu kita berbeda! Apapun perbedaan yang akan kau sebutkan, aku sudah tahu itu. Lantas masalahnya di mana? Aku sayang kamu, kamu sayang aku, apa itu tidak cukup? Apa kita berdua, tidak cukup kuat untuk menghadapi pertanyaan orang-orang? Atau... mungkin kamu yang tidak akan sanggup menghadapinya? " kita berdua terdiam, kamu berdiri... meninggalkan aku sendiri.. dalam gelap.. di ruang tamu itu...
Hm.... pembicaraan kita selesai malam itu... tapi tidak pernah menyelesaikan kegalauan dalam hatiku...
Buatmu sayang, mungkin tidak pernah ada masalah. Tapi tidak buatku... Sebagai seseorang yang lebih menyadari keadaan, aku harus mempunyai segudang jawaban atas pertanyaan yang timbul. Kamu bisa tertawa atau cuma tersenyum pada saat orang lain mengutarakan keheranannya. Kamu - dengan sifat cuek mu - cuma berkata : " Ah, apanya yang aneh sih, sampai orang mesti terheran-heran gitu? Ada cinta di antara perempuan single, dan laki-laki single, lantas di mana anehnya? " selalu begitu jawab mu... selalu....
Tapi, pernah kah terpikir di benakmu bagaimana perasaan ku menghadapi suara sumbang yang mengatakan bahwa aku sungguh tak pantas, bahwa aku sangat memaksakan diri... Pernyataan itu, ditambah lagi dengan beberapa pertanyaan sejenis, membuat aku terus berpikir apakah kedekatan ini ada gunanya ...
Sekarang, sudah 4 tahun berlalu, pertanyaan itu masih saja ada di benakku...Pernahkah kamu memikirkannya juga? Sekali saja sejak pembicaraan malam itu? Jika pernah, apa hasilnya? Duh... jangan katakan jika kita berdua memang salah! Karena, selama 4 tahun ini, aku telah belajar untuk seyakin kamu dalam menjawab pertanyaan orang!!
Jadi... begitulah sayang.. kenapa aku tuliskan surat ini pada tanggal 24 September. Itu karena aku semakin tahu kalo aku sayang kamu. Dan aku juga ingin tetap seyakin kamu bahwa tidak ada yang salah dengan kedekatan kita!
ps: yang tercecer dari kisah lama